Home / Otonomi | |||||||||
Sambut Ramadan 2025 Petang Megang 2025 di Pekanbaru Tetap Digelar dengan Suasana Sederhana Rabu, 26/02/2025 | 23:21 | |||||||||
![]() | |||||||||
Tradisi Petang Megang di Pekanbaru 2025 tanpa arak-arakan (foto/int) PEKANBARU - Tradisi Petang Megang yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Pekanbaru tetap digelar pada tahun ini. Rencananya, acara yang dikenal sebagai tradisi balimau untuk menyambut Ramadan ini akan berlangsung pada Jumat, 28 Februari 2025. Namun, ada beberapa perubahan dalam rangkaian acara tahun ini yang akan lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru, Masriya, menjelaskan bahwa tradisi Petang Megang tahun ini tidak akan melibatkan prosesi arak-arakan atau acara balimau bersama di tepian Sungai Siak seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Sebagai gantinya, acara kali ini akan dipusatkan di sekitaran Komplek Masjid Raya Pekanbaru, Senapelan, dan Komplek Makam Marhum Pekan, dengan rangkaian kegiatan yang lebih terbatas. "Pada tahun ini, Petang Megang akan berlangsung lebih sederhana, memang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya," kata Masriya, Kamis (26/2). Prosesi tradisi Petang Megang akan dimulai dengan ziarah ke makam Marhum Pekan, pendiri Pekanbaru, yang terletak di komplek makam. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan prosesi di halaman Masjid Raya Pekanbaru. Untuk balimau, prosesi simbolis akan dilakukan dengan cara mengusap air limau pada sejumlah anak yatim yang menerima santunan. "Kami hanya akan mengusap air limau kepada anak-anak yatim. Prosesinya sederhana tanpa mengguyur air ke mereka," tambah Masriya. Meski ada beberapa rangkaian acara yang ditiadakan, seperti balimau bersama di tepi Sungai Siak, permainan rakyat, dan tari kreasi, Masriya memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak mengurangi makna dari tradisi yang dilaksanakan. "Kita usahakan seluruh rangkaian acara selesai sebelum waktu Ashar, setelah itu akan ada tausiyah di Masjid Raya Pekanbaru," ujarnya. Keputusan untuk menggelar acara Petang Megang dengan lebih sederhana ini juga berdasarkan arahan dari Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar. "Sebagaimana arahan Pak Wali dan Pak Wakil Walikota, Petang Megang tetap dilaksanakan sebagai simbol menyambut Ramadan, dengan menjaga kebersihan baik di luar maupun di dalam," tambah Masriya. Meskipun tidak diadakan di tepi Sungai Siak, masyarakat diharapkan tetap dapat merasakan makna dan semangat dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh khidmat dan sederhana. (*) |
|||||||||
![]() ![]() |

HOME | OTONOMI | POLITIK | EKONOMI | BRKS | OTOMOTIF| HUKRIM | OLAHRAGA | HALLO INDONESIA | INTERNASIONAL | REDAKSI | FULL SITE |
Copyright © 2010-2025. All Rights Reserved |