Home / LifeStyle | |||||||||
Hati-hati! Pastikan Doa Buka Puasamu Shahih Sabtu, 02/04/2022 | 15:35 | |||||||||
![]() | |||||||||
Ilustrasi berbuka puasa. PEKANBARU - Umat Islam dapat berbuka puasa saat memasuki waktu Magrib atau matahari terbenam setelah sejak subuh menahan makan, minum, dan hawa nafsu. Berikut bacaan doa buka puasa Ramadan yang shahih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umat Islam untuk membaca doa saat berbuka puasa. Doa buka puasa ini diriwayatkan oleh sejumlah sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga sahih atau dapat dibaca umat Islam. Doa buka puasa Ramadan dibaca saat masuk waktu berbuka dan sebelum menyantap makanan. Membaca doa ini merupakan bentuk rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa seharian. Selain itu, doa buka puasa juga merupakan bentuk harapan kepada Allah subhanahuata'ala. Terdapat bacaan doa buka puasa Ramadan yang diriwayatkan oleh Abu Daud sesuai sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. "Kami mendapat riwayat dari Abdullah bin Muhammad bin Yahya, yaitu Abu Muhammad, kami mendapat riwayat dari Ali bin Hasan, kami mendapat riwayat dari Husein bin Waqid. Kami mendapat riwayat dari Marwan, yaitu Bin Salim Al-Muqaffa', ia berkata bahwa aku melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya, lalu memangkas sisanya. Ia berkata, Rasulullah bila berbuka puasa membaca, 'Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'urûqu wa tsabatal ajru, insya Allah." (H.R Abu Daud no 2357. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan) Doa ini juga terdapat dalam buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki, KH Sulaeman Bin Muhammad Bahri: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah Artinya: "Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah" Doa yang umum dibaca masyarakat Adapun doa berbuka yang tersebar di tengah-tengah kaum muslimin yaitu, اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)” Riwayat di atas dikeluarkan oleh Abu Daud dalam sunannya no 2358, dari Mu’adz bin Zuhroh. Mu’adz adalah seorang tabi’in. Sehingga hadits ini mursal (di atas tabi’in terputus). Hadits mursal merupakan hadits dho’if karena sebab sanad yang terputus. Syaikh Al Albani pun berpendapat bahwasanya hadits ini dho’if. (Lihat Irwaul Gholil, 4/38) Hadis semacam ini juga dikeluarkan oleh Ath Thobroni dari Anas bin Malik. Namun sanadnya terdapat perowi dho’if yaitu Daud bin Az Zibriqon, di adalah seorang perowi matruk (yang dituduh berdusta). Berarti dari riwayat ini juga dho’if. Syaikh Al Albani pun mengatakan riwayat ini dho’if. (Lihat Irwaul Gholil, 4/37-38) Di antara ulama yang mendho’ifkan hadits semacam ini adalah Ibnu Qoyyim Al Jauziyah. (Lihat Zaadul Ma’ad, 2/45) Kesimpulannya, do’a “Allahumma laka shumtu …” berasal dari hadits hadits dhoif (lemah). Sehingga cukup do’a shahih yang kami sebutkan di atas yang hendaknya jadi pegangan dalam amalan.*
|
|||||||||
![]() ![]() |

HOME | OTONOMI | POLITIK | EKONOMI | BRKS | OTOMOTIF| HUKRIM | OLAHRAGA | HALLO INDONESIA | INTERNASIONAL | REDAKSI | FULL SITE |
Copyright © 2010-2025. All Rights Reserved |